Home / Pemko Banda Aceh

Selasa, 1 September 2026 - 12:23 WIB

Wali Kota Illiza Dukung KamiKita Kembangkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meninjau proses pengolahan sampah dan produk daur ulang di KamiKita Community Center, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (31/8/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal meninjau proses pengolahan sampah dan produk daur ulang di KamiKita Community Center, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (31/8/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, membuka Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Peluang Kolaborasi Literasi Keuangan dan Ekonomi Hijau Ramah Iklim” di KamiKita Community Center, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Senin (31/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Illiza meninjau langsung aktivitas pengelolaan limbah yang dilakukan KamiKita, sebuah community center yang bergerak dalam bidang lingkungan hidup, edukasi masyarakat, serta pengelolaan sampah berkelanjutan.

Salah satu program yang dikembangkan KamiKita adalah sistem barter “Sampahmu Rezekiku”. Melalui program tersebut, masyarakat diajak mengumpulkan sampah plastik dan material yang dapat didaur ulang untuk ditukarkan dengan kompos, media tanam maupun bibit tanaman.

Saat berada di lokasi, Illiza melihat langsung berbagai tahapan pengolahan limbah. Mulai dari penggilingan manual, produksi kompos dari limbah rumah tangga, hingga pemanfaatan tutup botol plastik menjadi berbagai produk seperti gantungan kunci, tutup gelas dan kursi.

Baca Juga :  Banda Aceh Merdeka Walk Targetkan Ribuan Peserta, Ini Rute yang Akan Dilalui

Selain itu, limbah serabut kelapa juga dimanfaatkan menjadi cocofiber yang dapat digunakan untuk kebutuhan tanaman.

Salah satu produk menarik yang dihasilkan KamiKita adalah gantungan kunci berbentuk gajah. Hasil penjualan produk tersebut nantinya akan didonasikan untuk mendukung kegiatan pengajaran gajah yang dilakukan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Aceh Besar dan daerah lainnya di Aceh.

Illiza mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai mampu menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami mendukung penuh kegiatan usaha mandiri seperti ini. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga ekonomi. Dari sampah bisa jadi peluang ekonomi besar,” ujar Illiza.

Baca Juga :  Illiza Hadiri Ziarah Nasional Peringati Hari Pahlawan di Banda Aceh

Menurutnya, pengelolaan sampah harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi juga dapat membuka peluang usaha baru.

Illiza mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi produksi sampah dan meningkatkan kesadaran dalam memilah serta memanfaatkan kembali material yang masih memiliki nilai guna.

Ia juga berharap kolaborasi antara pemerintah, komunitas dan pihak terkait dalam pemanfaatan teknologi tepat guna dapat terus dikembangkan sehingga berbagai inovasi pengelolaan lingkungan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Dalam kesempatan tersebut, Illiza menyebut Banda Aceh mendapat grand prize dari Sumatera Utara sebagai bentuk apresiasi terhadap komunitas yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga :  Dana Zakat Baitul Mal Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Warga Jeulingke Banda Aceh

“Standar bagi investor saat ini adalah bagaimana sebuah bisnis menjaga kelestarian ekosistem. Program daur ulang seperti ini penting agar siklus material terus berputar dan tidak mencemari lingkungan,” tegasnya.

FGD tersebut turut menghadirkan Direktur Riset, Ibu Caroline, sebagai pemateri bersama sejumlah pegiat ekonomi hijau dan lingkungan di Banda Aceh.

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, komunitas dan pelaku usaha dalam mengembangkan ekonomi hijau yang ramah iklim.

Melalui kolaborasi tersebut, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kota, tetapi juga mampu menciptakan nilai ekonomi, membuka peluang usaha dan mendorong terwujudnya Banda Aceh yang bersih serta berdaya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Illiza Tinjau Tiga Desa Terparah di Peusangan, Bantu Bersihkan Masjid dan Salurkan Logistik

Pemko Banda Aceh

Wali Kota Illiza Dorong Lahirnya Skater Junior Berprestasi dari Banda Aceh

Kesehatan

Wali Kota Banda Aceh Beri Dukungan Moral dan Bantuan kepada Warga Pengidap Tumor Hati

Pemko Banda Aceh

Pra Rakerkomwil I APEKSI 2026 Digelar di Banda Aceh, 24 Kota Bahas Ketangguhan Bencana dan Stabilitas Fiskal

Pemko Banda Aceh

Antisipasi Pencurian Kabel Terulang, Diskominfotik Banda Aceh Perkuat Pengawasan Underpass Beurawe

Pemko Banda Aceh

Illiza: Duta GenRe Harus Jadi Inspirasi dan Suarakan Kebutuhan Generasi Muda

Pemko Banda Aceh

‎Wakil walikota Menerobos Cuaca Panas Pantau SPBU

Pemko Banda Aceh

Silaturahmi Ulama dan Umara di Banda Aceh Rumuskan Langkah Penguatan Syariat Islam