Home / Pemko Banda Aceh

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Silaturahmi Ulama dan Umara di Banda Aceh Rumuskan Langkah Penguatan Syariat Islam

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Syeikh Dr. Hisyam Al-Kamil Hamid Musa, Ketua DPRK, Forkopimda, ulama, dan tokoh masyarakat menghadiri Silaturahmi Ulama dan Umara dalam rangka Penguatan Syariat Islam Kota Banda Aceh di Pendopo Wali Kota, Minggu (2/8/2026) malam. Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Syeikh Dr. Hisyam Al-Kamil Hamid Musa, Ketua DPRK, Forkopimda, ulama, dan tokoh masyarakat menghadiri Silaturahmi Ulama dan Umara dalam rangka Penguatan Syariat Islam Kota Banda Aceh di Pendopo Wali Kota, Minggu (2/8/2026) malam. Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh menggelar kegiatan Silaturahmi Ulama dan Umara dalam rangka Penguatan Syariat Islam Kota Banda Aceh di Pendopo Wali Kota, Minggu (2/8/2026) malam. Forum tersebut menjadi wadah memperkuat sinergi antara pemerintah, ulama, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai syariat Islam di Kota Banda Aceh.

Mengusung tema “Meneguhkan Tanggung Jawab Kolektif dalam Penguatan Syariat Islam Menuju Banda Aceh Kota Kolaborasi”, kegiatan ini menghadirkan tamu istimewa, Syeikh Dr. Hisyam Al-Kamil Hamid Musa, Imam dan Khatib Masjid Al-Zahir Baibars Kairo yang juga merupakan pengajar fikih, ilmu mawaris, tauhid, dan sejarah para nabi di Universitas Al-Azhar serta berbagai majelis ilmu di Mesir.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, unsur Forkopimda, jajaran pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh dan instansi vertikal, pimpinan dayah, para dai dan daiyah, muhtasib gampong, akademisi, serta para ulama se-Kota Banda Aceh.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Pastikan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran Disalurkan Cepat

Dalam sambutannya, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi antara ulama dan umara dalam menjaga syariat Islam sebagai identitas dan jati diri Banda Aceh.

Menurutnya, penguatan syariat Islam bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan amanah bersama seluruh elemen masyarakat.

“Tujuannya adalah membangun komitmen bersama bahwa penegakan syariat bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Kami juga ingin merumuskan langkah konkret menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk dampak media sosial terhadap ketahanan keluarga,” ujar Illiza.

Ia mengakui bahwa amanah sebagai kepala daerah tidak mungkin dijalankan sendiri tanpa dukungan para ulama dan seluruh komponen masyarakat.

“Saya memohon dukungan para ulama. Penegakan syariat Islam masih menghadapi berbagai tantangan, masih ada pelanggaran syariat, belum lagi persoalan media sosial yang memengaruhi keluarga kita. Roadmap syariat Islam bukan hanya berbicara tentang ibadah, tetapi juga mencakup muamalah, perdagangan, hingga kehidupan sehari-hari,” katanya.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal Raih Anugerah Srikandi Indonesia 2025 Kategori Penggerak Pendidikan

Pada kesempatan itu, Illiza juga menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Syeikh Dr. Hisyam Al-Kamil Hamid Musa di Banda Aceh.

“Atas nama Pemerintah Kota dan masyarakat Banda Aceh, saya mengucapkan ahlan wa sahlan. Kehadiran Syeikh merupakan sebuah kehormatan sekaligus memperkuat hubungan keilmuan antara Aceh dan Al-Azhar yang sejak lama menjadi rujukan pendidikan Islam,” ujarnya.

Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan rekomendasi yang dapat menjadi pijakan dalam memperkuat implementasi syariat Islam di Banda Aceh.

“Mudah-mudahan suatu hari ketika ditanya siapa yang bertanggung jawab menjaga syariat Islam di Banda Aceh, jawabannya bukan hanya pemerintah, bukan hanya ulama, tetapi kita semua,” ungkap Illiza.

Sementara itu, dalam tausiahnya, Syeikh Dr. Hisyam Al-Kamil Hamid Musa mengaku bersyukur dapat berkunjung ke Banda Aceh yang menjadi daerah pertama yang dikunjunginya di Asia.

Baca Juga :  Sambut Ramadan, Wali Kota Banda Aceh Minta PDAM hingga Satpol PP Siaga Penuh

Ia menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara ulama, umara, dan masyarakat sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW ketika membangun peradaban di Madinah.

“Jika ulama dan umara bersatu, masyarakat akan hidup dalam keadaan baik dan sejahtera. Sebaliknya, jika keduanya tidak bersinergi, maka akan muncul berbagai persoalan. Tugas pemimpin adalah menjaga agama agar perintah Allah dan sunnah Rasulullah dapat dijalankan dengan baik. Untuk itu diperlukan dukungan fasilitas pendidikan yang memadai,” katanya.

Usai penyampaian tausiah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog bersama Syeikh Dr. Hisyam Al-Kamil Hamid Musa. Berbagai masukan yang muncul dalam forum tersebut akan dirumuskan menjadi rekomendasi sebagai bahan penyusunan kebijakan penguatan syariat Islam di Kota Banda Aceh.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Lanjutkan Penertiban PKL, Jalur Simpang Barabung Ditutup Sementara

Daerah

Wali Kota Illiza Antar Langsung Bantuan Kemanusiaan Banda Aceh untuk Korban Banjir Bireuen

Pemko Banda Aceh

Tekan Inflasi, Pemko Banda Aceh Gelar Pasar Tani di Taman Bustanussalatin

Pemko Banda Aceh

Zubir Kunjungi KIA, Bahas Penguatan PPID hingga Transparansi Informasi Publik

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Academy Latih 96 Peserta, Illiza: Jangan Kejar Sertifikat, Tapi Kompetensi

Pemko Banda Aceh

Illiza Ceritakan Sejarah Putroe Phang, Wisatawan Johor Siap Promosikan Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Pasca Lebaran, Illiza Sidak ASN Banda Aceh dan Tekankan Disiplin serta Pelayanan Publik

Pemko Banda Aceh

Paket Sembako Rp289 Ribu Dijual Rp209 Ribu, Illiza Pastikan Pasar Murah Berjalan Lancar