Aceh Tengah – Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Ny. Marlina Muzakir, mengunjungi siswa yang masih mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah darurat di Masjid Baitul Hamdi, Desa Pantan Nangka, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (22/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, istri Gubernur Aceh itu turut membagikan seragam sekolah kepada para siswa sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada anak-anak yang tetap semangat belajar meski berada dalam kondisi terbatas pascabencana.
Meski prihatin melihat kondisi sekolah darurat, Marlina Muzakir mengaku bahagia dapat bersilaturahmi dan bertemu langsung dengan para siswa.
“Apa kabar anak-anak Bunda semua? Maaf Bunda baru bisa berkunjung sekarang, padahal sudah kami jadwalkan sejak lama untuk berkunjung ke sini. Tapi Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersilaturahmi,” ujar Marlina yang akrab disapa Kak Na.
Dalam suasana pertemuan, terjadi momen menarik ketika Kak Na diingatkan oleh masyarakat bahwa dirinya pernah datang ke Pantan Nangka pada awal masa bencana.
Saat itu, Kak Na telah mengutus tim untuk mengantarkan genset dan perangkat Starlink guna membantu masyarakat menyampaikan informasi karena wilayah tersebut sempat mengalami keterisolasian akibat akses transportasi terganggu, listrik padam, serta jaringan internet terputus.
“Terima kasih Pak Reje yang sudah mengingatkan. Saya sudah sedikit bisa mengingat bahwa di awal bencana pernah ke sini, tapi via udara waktu itu saya ke sini,” katanya.
Sekolah darurat di Masjid Baitul Hamdi saat ini menampung sebanyak 18 murid TK Negeri Pantan Nangka, 91 murid SD Negeri 11 Linge, dan 42 murid SMP Negeri 39 Takengon.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) telah mendirikan tenda besar sebagai ruang belajar sementara. Namun, para guru memilih menggunakan masjid sebagai lokasi belajar karena kondisi tenda yang kurang nyaman, terutama saat cuaca panas maupun hujan.
Pada kesempatan tersebut, Kak Na meminta para siswa, guru, dan masyarakat untuk tetap bersabar sembari pemerintah mempercepat pembangunan kembali serta renovasi sekolah yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Aceh.
“Sabar ya ananda semua, Insya Allah proses pembangunan dan renovasi saat ini terus dilakukan oleh Pemerintah. Mari kita berdoa bersama agar semua bisa segera selesai dan Insya Allah di akhir 2027 ananda semua bisa bersekolah di gedung baru dan mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa. Semangat ya ananda semua,” ujar Kak Na memberikan motivasi.
Usai bersilaturahmi dengan para siswa, kepala sekolah, reje, dan masyarakat, Marlina Muzakir turut meninjau langsung kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan akibat diterjang material banjir bandang.
Editor: Dahlan










