Home / Daerah

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:25 WIB

Tokoh Masyarakat Aceh, Suryadi Djamil : Bhayangkara Fest 2026 Jadi Ajang Kebersamaan Polri dan Masyarakat Aceh

mm Redaksi

Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil atau Om Sur. Foto: Dok. Istimewa

Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil atau Om Sur. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil atau Om Sur, mengajak masyarakat menyukseskan Bhayangkara Fest 2026 yang digelar Polda Aceh pada 19–22 Juni di Lapangan Merah, Banda Aceh. Festival dalam rangka HUT Bhayangkara itu menghadirkan kajian Islam bersama Ustaz Adi Hidayat, hiburan musik, serta berbagai perlombaan sebagai sarana mempererat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat Aceh.

“Mari bersama-sama memeriahkan Bhayangkara Fest 2026 sebagai ajang kebersamaan, hiburan, edukasi, dan silaturahmi antara Polri dan masyarakat,” kata Om Sur.

Terkait polemik yang muncul menjelang pelaksanaan acara, Om Sur menilai keberatan terhadap kegiatan tersebut semestinya disampaikan sejak tahap perencanaan, bukan ketika acara telah mendekati pelaksanaan.

“Jika memang ada keberatan, seharusnya disampaikan sejak awal. Jangan ketika acara sudah siap dilaksanakan baru muncul penolakan. Ini penting agar diskusi bisa berjalan lebih sehat dan konstruktif,” ujarnya.

Baca Juga :  Jumat Berkah Kodam IM Bagikan 393 Nasi Kotak di Banda Aceh

Ia menilai Kepolisian Daerah (Polda) Aceh tentu memahami aturan serta nilai-nilai syariat Islam yang berlaku di Aceh, sehingga tidak mungkin mengabaikan aspek tersebut dalam penyelenggaraan kegiatan.

“Polisi tentu paham aturan di Aceh. Saya yakin Polri, khususnya Polda Aceh, tetap menjunjung tinggi syariat Islam dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan,” katanya.

Menurut Om Sur, komitmen tersebut juga tercermin dari upaya panitia menjaga pelaksanaan Bhayangkara Fest 2026 agar tetap sesuai norma yang berlaku, termasuk dengan melakukan pemisahan area antara laki-laki dan perempuan guna menjaga ketertiban serta nilai-nilai syariat.

Selain sebagai sarana hiburan, ia menilai kegiatan tersebut memiliki dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga :  Perkuat Pengawasan Syariat Islam, DSI Banda Aceh Fokuskan Peran Muhtasib Gampong

“Acara seperti ini bukan sekadar hiburan. Ada dampak ekonomi yang nyata. Pedagang kecil, pelaku UMKM, dan masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Om Sur menambahkan, penyelenggaraan Bhayangkara Fest 2026 di lingkungan Polda Aceh juga dapat menjadi sarana mempererat hubungan antara institusi kepolisian dengan masyarakat.

“Kita melihat Polda Aceh hadir sebagai institusi yang ramah, dekat dengan masyarakat, dan tidak selalu dipandang dengan rasa takut. Karena itu, kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Markas Polda Aceh,” ujarnya.

Ia menilai kegiatan serupa yang pernah dilaksanakan sebelumnya berjalan dengan baik dan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Karena itu, ia mempertanyakan alasan penolakan yang menurutnya terkesan selektif terhadap kegiatan tertentu.

“Kenapa harus pilih-pilih? Jika yang dipersoalkan adalah potensi pelanggaran syariat, maka semua bentuk kegiatan publik semestinya dinilai dengan standar yang sama,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Aceh Utara Serahkan Ambulance untuk Puskesmas Geureudong Pase dan Lantik Plt Kepala Dinkes

Lebih lanjut, Om Sur mengingatkan bahwa rangkaian Bhayangkara Fest 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga kegiatan bernuansa religius, termasuk ceramah agama yang menghadirkan Ustaz Adi Hidayat.

“Di dalam rangkaian acara juga ada ceramah agama. Ini menunjukkan kegiatan tersebut tidak semata soal hiburan, tetapi juga memiliki unsur edukasi dan dakwah,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Om Sur menegaskan bahwa Polri sangat menghormati ulama Aceh dan berharap perbedaan pandangan terkait polemik tersebut dapat diselesaikan melalui dialog yang sehat.

“Saya percaya Polri sangat menghormati ulama Aceh. Karena itu, mari selesaikan perbedaan pandangan ini melalui dialog yang sehat, saling menghormati, dan tetap menjaga persatuan masyarakat Aceh,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Ganjil Genap Tetap Berlaku di Jakarta Saat Hari Bhayangkara Selasa 1 Juli 2025

Daerah

Ketua TP-PKK Aceh Tinjau Kebun Cabai di Aceh Tengah, Dorong Potensi Agrowisata

Daerah

Polda Aceh Gelar Bakti Religi di Masjid Subulussalam PLTD Apung

Daerah

Polsek Wih Pesam Amankan Aktivitas Pasar Tumpah Bener Mulie, Lalu Lintas Berjalan Lancar

Daerah

Perkuat Silaturahmi di Bulan Suci, Solusi Bangun Andalas Santuni 200 Anak Yatim di Kecamatan Lhoknga dan Kecamatan Leupung

Daerah

Aceh Utara Borong 2 Penghargaan Bunda PAUD 2025, Hebat!
Sekda Bener Meriah

Daerah

Sekda Bener Meriah Lepas Dokter Internship, Apresiasi Pengabdian 12 Bulan

Daerah

Bupati Aceh Besar Hadiri Peletakan Batu Pertama Masjid Nuur Ar Radhiyyah di RSU Putri Bidadari