Home / Daerah / Pemerintah / Simeulue

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:44 WIB

Lonjakan Harga Sawit Tuai Keluhan, Ketua APKASINDO Perjuangan Minta Solusi Konkret

mm Agus Muliadi

Hasdian Yasin SP Ketua APKASINDO Perjuangan. (Foto: Dok, AgusMuliadi/Acehnow).

Hasdian Yasin SP Ketua APKASINDO Perjuangan. (Foto: Dok, AgusMuliadi/Acehnow).

SIMEULUE – Kenaikan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang tidak diimbangi dengan kestabilan biaya produksi dan tata niaga di tingkat petani kembali menuai keluhan dari masyarakat, khususnya para petani sawit di Kabupaten Simeulue.

Ketua APKASINDO Perjuangan Hasdian Yasin SP,. menyampaikan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi petani saat ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait. Menurutnya, meskipun harga sawit mengalami fluktuasi, masih banyak petani yang belum merasakan dampak positif secara maksimal akibat berbagai kendala di lapangan.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 03/Pegasing Hadiri Lomba MTQ MUSPIKA Tingkat Kecamatan Pegasing 2026

“Kami menerima banyak keluhan dari petani terkait harga sawit yang tidak stabil, biaya transportasi yang tinggi, serta berbagai persoalan tata niaga yang dinilai masih merugikan petani. Kondisi ini harus segera mendapat solusi konkret dari pemerintah agar kesejahteraan petani benar-benar meningkat,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Hasdian menjelaskan bahwa kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan yang menjadi sumber penghasilan utama bagi sebagian besar masyaraka Simeulue, Oleh karena itu, kebijakan yang menyangkut sektor perkebunan sawit harus berpihak kepada petani sebagai ujung tombak perekonomian daerah.

Baca Juga :  Jelang Idul Adha, Bupati Tarmizi Pantau Harga dan Stok Pangan di Pasar Bina Usaha Meulaboh

“Kami meminta pemerintah daerah untuk lebih aktif melakukan pengawasan terhadap mekanisme penetapan harga sawit di tingkat pabrik maupun pengepul agar tidak terjadi kesenjangan yang merugikan petani,” pungkasnya

Untuk diketahui Berdasarkan data nasional APKASINDO, harga TBS sawit di sejumlah provinsi pada akhir Mei 2026 telah berada di kisaran Rp3.400 hingga Rp4.000 per kilogram.

Baca Juga :  Kebakaran di Mesidah Bener Meriah, Polisi Terjun Bantu Bersihkan Puing

Sementara di lapangan, petani Simeulue disebut masih menghadapi harga yang belum stabil dan cenderung lebih rendah dibanding daerah lain. Sejumlah laporan nasional juga menunjukkan harga sawit sempat mengalami tekanan akibat kebijakan ekspor dan penurunan harga crude palm oil (CPO). Bahkan, di beberapa daerah harga TBS petani turun hingga 27 persen dalam beberapa pekan terakhir.

Editor: DahlanReporter: Agus Muliadi

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemerintah Aceh Optimalkan Distribusi Logistik Bencana via Udara, Darat, dan Laut

Daerah

Fahmi Ummi Aceh Resmi Dilantik, Diharapkan Perkuat Peran Perempuan di Sektor Ekonomi

Daerah

Pemulihan Pascabanjir Aceh, Sekda Sinkronkan Data dengan Aliansi Mahasiswa

Pemerintah

Antusiasme Masyarakat Hadiri Upacara HUT ke-80 RI di Istana Pecahkan Rekor Pendaftaran

Daerah

Banjir dan Longsor di Aceh Jadi Sejarah Pahit, SAPA Dorong Pembenahan Lingkungan

Daerah

Perkuat Ketahanan Pangan, Polsek Bebesen Pantau Lahan Pekarangan Bergizi di Kampung Burbiah
Jumat Berkah

Daerah

Jumat Berkah Kodam IM Bagikan 393 Nasi Kotak di Banda Aceh

Daerah

Patroli Dini Hari, Polres Aceh Tengah Amankan Tiga Motor Diduga Balap Liar