Home / Pendidikan

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:33 WIB

Muhammad Zubir Dikukuhkan Jadi Kaprodi HTN STAI Nusantara

mm Redaksi

Ketua STAI Nusantara Banda Aceh, Dr. Dicky Wirianto, menyerahkan surat keputusan kepada Muhammad Zubir, SH, MH usai dikukuhkan sebagai Kaprodi Hukum Tata Negara (HTN) periode 2026–2028 di Kampus STAI Nusantara Banda Aceh

Ketua STAI Nusantara Banda Aceh, Dr. Dicky Wirianto, menyerahkan surat keputusan kepada Muhammad Zubir, SH, MH usai dikukuhkan sebagai Kaprodi Hukum Tata Negara (HTN) periode 2026–2028 di Kampus STAI Nusantara Banda Aceh

Banda Aceh – STAI Nusantara resmi mengukuhkan Muhammad Zubir, SH, MH sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi) Hukum Tata Negara (HTN) periode 2026–2028, seperti diketahui Muhammad Zubir merupakan Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Bireuen dan Pidie Jaya.

‎Prosesi pengukuhan berlangsung di lingkungan kampus STAI Nusantara Banda Aceh dan turut disaksikan oleh Pimpinan Yayasan, Para Dosen, Kaprodi, serta mahasiswa/i

‎Ketua STAI Nusantara, Dr. Dicky Wirianto, mengatakan pengangkatan Muhammad Zubir, SH, MH merupakan langkah strategis kampus dalam memperkuat Program Studi Hukum Tata Negara yang masih tergolong baru.

‎Menurutnya, prodi tersebut membutuhkan figur muda, energik, dan memiliki pengalaman praktik hukum agar mampu mendorong kualitas akademik sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan hukum yang progresif.

‎“Pengukuhan ini merupakan bagian dari penguatan akademik kampus. Prodi HTN membutuhkan sosok yang mampu membangun semangat baru dan menghadirkan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan hukum di Aceh,” ujar Dicky dalam sambutannya, diruangan
‎kampus STAI Nusantara, Banda Aceh, Rabu, (20/5/2026).

‎Sementara itu, Muhammad Zubir menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.

‎Ia menilai amanah tersebut bukan sekadar jabatan akademik, melainkan tanggung jawab besar untuk ikut mencerdaskan generasi Aceh melalui pendidikan hukum.

‎Zubir mengajak seluruh civitas akademika, praktisi hukum, serta elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat.

‎“Kita ingin anak-anak Aceh tidak hanya berpendidikan, tetapi juga melek hukum dan berani terlibat dalam upaya penegakan keadilan di masyarakat,” tuturnya.

‎Ia juga mendorong generasi muda Aceh untuk terus meningkatkan semangat belajar serta memperluas wawasan di bidang hukum tata negara dan hukum sosial kemasyarakatan.

‎Saat ini, STAI Nusantara memiliki empat program studi, yakni Hukum Tata Negara (HTN), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Ekonomi Syariah, serta Program Pascasarjana Studi Islam.

‎Sebagai bentuk komitmen memperluas akses pendidikan, kampus tersebut juga menyediakan sekitar 40 hingga 50 kuota beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu pada tahun akademik 2026 tahun ini.

‎Pengukuhan itu turut dihadiri Ketua Yayasan Rumoh Bina Aneuk Nanggro, Abiya Dr. Jamaluddin Thaib, bersama jajaran dosen dan mahasiswa STAI Nusantara.

Baca Juga :  Enam Siswa SMA Negeri Unggul Subulussalam Wakili Aceh di Ajang FIKSI Nasional 2025

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Delegasi MAN 2 Kota Malang Raih Tiga Penghargaan di Korea Youth Summit 2025

Pendidikan

Siswi MTsN 2 Medan Wakili Indonesia di Kejuaraan Taekwondo Internasional Piala Panglima TNI

News

Disdik Aceh Apresiasi Langkah Bupati Aceh Barat, Ajak Kepala Daerah Lain Bersama Bangun Karakter Anak Negeri

Aceh Besar

Mensos dan Wagub Aceh Tinjau Sekolah Rakyat di Aceh Besar, Program Gratis untuk Anak Keluarga Miskin
Bunda PAUD

Pendidikan

Bunda PAUD Aceh Utara Kunjungi PAUD Abdul Aziz di Syamtalira Bayu, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh: Pendidikan Vokasi Kunci Ciptakan Tenaga Kerja Kompeten dan Profesional

Daerah

Empat Siswa Aceh Raih Prestasi Nasional di FLS3N, Plt. Kadisdik Aceh: Ini Bukti Anak Kita Mampu Bersaing

Pemerintah Aceh

Polisi Saweu Sikula”, Kolaborasi Disdik dan Polda Aceh Tekan Kenakalan Remaja di Aceh Selatan