Home / Aceh Barat / Ekbis

Senin, 4 Mei 2026 - 20:41 WIB

Mutiara Kasab dan Semangat Istri Prajurit Mengangkat Budaya Aceh di Persit Bisa 2026

mm Tiara Ayu Juneva

Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda menampilkan beragam produk sulaman kasab khas Aceh Barat karya UMKM Mutiara Kasab, Senin (4/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda menampilkan beragam produk sulaman kasab khas Aceh Barat karya UMKM Mutiara Kasab, Senin (4/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Aceh Barat – Menjelang pelaksanaan Event Persit Bisa 2026 yang akan diselenggarakan di Expo Balai Kartini, Jakarta pada tanggal 7–9 Mei 2026, berbagai persiapan terus dilakukan oleh UMKM Mutiara Kasab binaan Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 012 PD Iskandar Muda.

UMKM yang dirintis oleh Ny. Ema Mutiara Deka ini menjadi salah satu usaha kreatif yang membawa kekayaan budaya Aceh melalui kerajinan sulaman kasab khas Aceh Barat. Keikutsertaannya dalam ajang Persit Bisa menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan warisan budaya daerah sekaligus menunjukkan kreativitas dan kemandirian anggota Persit dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Ny. Ema Mutiara Deka merupakan istri dari Koptu Didik Sulistyo Budi (NRP 31050191151086), yang saat ini bertugas sebagai Ta Provost Dim 0105/Aceh Barat. Sebagai anggota Persit, ia menjalankan peran mendampingi pengabdian suami sekaligus terus berkarya melalui usaha sulaman kasab yang telah ia tekuni selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  Comsrat ke-8 MAN 1 Aceh Barat Resmi Dibuka, Wabup Dorong Aktualisasi Potensi Pelajar

Dalam menghadapi ajang Persit Bisa 2026, Mutiara Kasab melakukan berbagai persiapan, mulai dari penyempurnaan desain produk, peningkatan kualitas jahitan dan sulaman, hingga penataan display pameran agar tampil lebih menarik dan modern tanpa meninggalkan nilai tradisional Aceh.

Untuk kebutuhan pameran, Mutiara Kasab menyiapkan sebanyak 212 pcs produk kerajinan kasab dari berbagai varian unggulan yang akan dibawa ke Event Persit Bisa 2026, terdiri dari tas kasab, dompet, hiasan dinding, songket, sarung kursi dan taplak meja, kotak tisu, jilbab kasab, payung kasab, vest kasab, pouch, sarung tumbler, hingga sajadah khas Aceh. Seluruh produk dibuat secara handmade dengan mempertahankan teknik sulam tradisional kasab yang menjadi ciri khas budaya Aceh.

Baca Juga :  PPN Turun Jadi 5%, Tiket Pesawat Lebih Murah Saat Libur Sekolah

Dalam proses produksinya, setiap motif kasab dikerjakan secara detail mulai dari menggambar pola di atas kain beludru, memasang kain pada meja kayu khusus, hingga proses penyulaman menggunakan benang emas. Untuk satu produk, waktu pengerjaan dapat mencapai satu minggu hingga satu bulan tergantung tingkat kerumitan motif.

Motif-motif khas seperti Pucok Rebung, Pinto Aceh, dan Sulubayung tetap dipertahankan sebagai identitas budaya Aceh yang memiliki filosofi mendalam tentang harapan, keharmonisan, dan keindahan kehidupan masyarakat Aceh.

Selain mempersiapkan produk, Mutiara Kasab juga terus memperkuat promosi melalui media sosial dan jaringan komunitas Persit agar produk kasab Aceh semakin dikenal luas. Persiapan ini juga melibatkan ibu-ibu pengrajin di lingkungan sekitar yang selama ini turut membantu proses produksi.

Baca Juga :  Komunitas Woyla Salurkan Rp22,2 Juta untuk 111 Anak Yatim Jelang Idul Fitri

Bagi Ny. Ema Mutiara Deka, mengikuti Persit Bisa bukan sekadar menghadiri pameran UMKM, tetapi juga menjadi bentuk pengabdian dalam melestarikan budaya daerah di tengah perkembangan zaman. Ia berharap karya kasab Aceh dapat terus diminati generasi muda dan memiliki nilai ekonomi yang mampu membantu kesejahteraan masyarakat.

Melalui Mutiara Kasab, ia membuktikan bahwa perempuan Persit mampu menjalankan banyak peran sekaligus — mendampingi suami, melestarikan budaya, memberdayakan lingkungan, dan menggerakkan ekonomi kreatif.

Dari Desa Kuala Bubon, Aceh Barat, benang-benang kasab yang disulam dengan penuh ketekunan kini siap dibawa ke panggung nasional melalui ajang Persit Bisa 2026, membawa semangat budaya Aceh yang tetap hidup, indah, dan membanggakan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Disparpora Aceh Barat Buka Turnamen Futsal Seudati Organizer, Diikuti 38 Klub

Aceh Barat

Forkopimda Aceh Barat Bahas Isu Pertambangan dan Stabilitas Harga Pangan

Aceh Barat

PAD Aceh Barat Baru 11 Persen, Bupati Tarmizi Pimpin Rapat Perdana Satgas Optimalisasi Pendapatan

Aceh Barat

Ratusan Warga Meriahkan Gerak Jalan Santai Bersama Forkopimda di Meulaboh

Ekbis

Bank Aceh Syariah Borong Penghargaan Nasional, Fadhil Ilyas Dinobatkan Best CEO Syariah 2026

Aceh Barat

IKABA Banda Aceh Gelar Peusijuk Jamaah Haji, Wabup Aceh Barat Titip Pesan Ini

Aceh Barat

Aceh Barat Ajukan 5 Proyek Strategis ke Pemerintah Pusat

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Gelar Tabligh Akbar, Juara Aksi Indosiar 2026 Siap Isi Dakwah