Abdya — Kebocoran pipa yang diduga milik PDAM di ruas Jalan Cut Aloh, Desa Meunasah, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya menimbulkan keresahan.
Air bersih mengalir di badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat serta pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Warga setempat, Prawi, melihat air terus mengalir tanpa henti selama beberapa hari terakhir.
“Aliran tersebut tidak hanya membuat jalan licin, tetapi juga mulai merusak permukaan aspal dan menggenangi area sekitar permukiman,” katanya.
Sejumlah warga mengaku merasa sangat terganggu dengan kondisi ini. Air bahkan merembes ke halaman hingga ke dalam rumah warga, sehingga menghambat aktivitas sehari-hari.
“Air terus mengalir, jalan jadi licin, dan sebagian sudah masuk ke rumah kami. Kondisi ini sangat mengganggu,” ujar Prawir.
Warga menilai kebocoran ini berasal dari pipa distribusi PDAM yang berada di bawah badan jalan.
Namun hingga kini, pihak terkait belum menunjukkan langkah nyata untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
Masyarakat menyayangkan sikap PDAM yang terkesan lambat merespons masalah ini.
Mereka menilai pengelola air bersih seharusnya menjaga dan merawat fasilitas dengan baik, bukan membiarkan kebocoran berlangsung lama hingga merugikan warga.
“Kami berharap PDAM segera turun dan memperbaiki pipa yang bocor. Jangan biarkan kondisi ini berlarut-larut,” kata warga lainnya, Hasnah.
Selain mengganggu kenyamanan, aliran air yang terus menerus juga mempercepat kerusakan badan jalan. Beberapa titik aspal mulai terkikis dan berpotensi membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.
Warga juga meminta PDAM meningkatkan pengawasan terhadap jaringan pipa air bersih di wilayah tersebut. Mereka berharap pihak terkait membangun sistem penanganan cepat agar setiap kerusakan bisa segera ditangani.
Masyarakat menegaskan harapan agar PDAM lebih serius dalam mengelola fasilitas publik. Mereka ingin layanan air bersih benar-benar memberi manfaat, bukan justru menimbulkan masalah baru di lingkungan.
Hingga saat ini, pihak PDAM belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kebocoran maupun rencana perbaikan.
Warga berharap laporan ini mendorong tindakan cepat demi menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama.
Editor: RedaksiReporter: Abdul Rani











