Home / Aceh Barat / Pemerintah

Senin, 6 April 2026 - 18:19 WIB

Pemkab Aceh Barat Tegas, 7 Keuchik Disanksi karena Tak Tindaklanjuti Temuan Inspektorat

mm Tiara Ayu Juneva

Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berfoto bersama peserta pelatihan metode Gasing di Meulaboh, Senin (6/4/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berfoto bersama peserta pelatihan metode Gasing di Meulaboh, Senin (6/4/2026). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengambil langkah tegas dengan memberhentikan sementara tujuh keuchik pada Senin (7/4/2026) sebagai upaya memperkuat akuntabilitas tata kelola keuangan desa.

Kebijakan tersebut dilakukan melalui Tim Khusus Tindak Lanjut Temuan Inspektorat yang diketuai oleh Safrizal, sebagai respons atas ketidakpatuhan terhadap rekomendasi audit dari Inspektorat atau Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

Ketujuh keuchik tersebut diketahui tidak menindaklanjuti temuan pengelolaan keuangan gampong yang telah melewati batas waktu 60 hari sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 73 Tahun 2020.

Safrizal menjelaskan, hasil pengawasan menunjukkan adanya potensi kerugian keuangan desa akibat pengabaian kewajiban tindak lanjut temuan audit. Hal ini dinilai tidak hanya berdampak pada aspek finansial, tetapi juga menghambat terwujudnya tata kelola pemerintahan gampong yang bersih dan akuntabel.

Baca Juga :  Polisi Gencarkan Patroli Dialogis di Woyla Timur, Warga Sambut Positif

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pemaparan Inspektur Aceh Barat dalam Rapat Koordinasi Kabupaten (Rakorkab) pada 12 Februari 2026 di Auditorium Teuku Umar, Universitas Teuku Umar, yang dihadiri oleh unsur Forkopimda, SKPK, para keuchik, hingga tokoh masyarakat.

Dalam forum tersebut terungkap bahwa masih banyak rekomendasi Laporan Hasil Audit (LHA) yang belum ditindaklanjuti, terutama temuan bersifat materiil yang wajib dikembalikan ke rekening kas gampong.

Berdasarkan data Inspektorat, terdapat 49 gampong dengan total temuan kerugian mencapai Rp10,72 miliar. Hingga 2 April 2026, baru sekitar Rp3,15 miliar yang berhasil dikembalikan.

Di sisi lain, sebanyak tujuh gampong telah menyelesaikan seluruh temuan, sementara 35 gampong lainnya menunjukkan progres positif dalam proses penyelesaian.

Baca Juga :  TMMD Ke-127 di Aceh Barat Dinilai Berdampak Positif, Wabup Said: Bukti Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Namun, terdapat tujuh gampong yang belum memenuhi kewajiban secara signifikan dan dinilai berpotensi menimbulkan kegaduhan sosial di masyarakat. Berdasarkan kajian Tim Khusus, para keuchik tersebut dikenakan sanksi pemberhentian sementara selama maksimal tiga bulan, terhitung mulai 6 April 2026.

Selama masa tersebut, Pemerintah Kabupaten menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) keuchik guna memastikan roda pemerintahan tetap berjalan.

Apabila kewajiban diselesaikan dalam waktu yang ditentukan, jabatan keuchik dapat dikembalikan. Namun, bagi gampong lain yang masih dalam proses diberikan tenggat hingga 6 Juli 2026. Jika tidak dipenuhi, sanksi pemberhentian tetap akan diberlakukan dan kasusnya diserahkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

Baca Juga :  Safari Ramadhan 1447 H, Bupati Aceh Besar Perkuat Silaturahmi dan Bantu Masjid Leupung

Kebijakan ini merujuk pada sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Permendagri Nomor 82 Tahun 2015, Qanun Aceh Barat Nomor 1 Tahun 2022, serta Peraturan Bupati Aceh Barat Nomor 20 Tahun 2022.

Safrizal menegaskan bahwa langkah ini bukan semata-mata sebagai bentuk hukuman, melainkan upaya memperbaiki sistem serta memperkuat integritas dalam pengelolaan dana desa.

“Ini adalah langkah pembinaan agar tata kelola keuangan gampong semakin transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap kebijakan ini menjadi momentum penting dalam membangun budaya tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik di seluruh wilayahnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Pasar Tani Aceh Barat Tekan Harga Pangan Lokal

Aceh Besar

Dilantik Ketua TP-PKK dan Bunda PAUD Gampong Indrapuri, Rita Mayasari Tekankan Amanah dan Keikhlasan

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Gelar Musyawarah Petani Pasca Bencana, Serap Aspirasi Pemulihan Sektor Pertanian

Aceh Besar

Penyandang Disabilitas di Peukan Bada Terima Bantuan Motor Modifikasi dari TP-PKK Aceh Besar

Aceh Besar

Pimpin Apel Hari Lingkungan Hidup, Bupati Aceh Besar Dorong ASN Tingkatkan Kinerja dan Jaga Lingkungan

Parlementarial

Fraksi Nasdem DPRA Minta Pemerintah Aceh Perhatikan Kompentensi Guru dan Fasilitas Pendidikan

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Antar Keberangkatan Ketua Komisi IV DPR RI di Bandara SIM 

Nasional

Mendagri dan Wagub Aceh Kunjungi Lokasi Bencana Aceh Utara, Tempuh Perahu ke Gampong Terisolasi