Home / Aceh Barat / News

Senin, 2 Maret 2026 - 14:40 WIB

PAD Aceh Barat Baru 11 Persen, Bupati Tarmizi Pimpin Rapat Perdana Satgas Optimalisasi Pendapatan

mm Redaksi

2 Maret 2026 — Suasana rapat pembentukan Satgas Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dipimpin Bupati Aceh Barat di Meulaboh. Foto: Dok. Istimewa

2 Maret 2026 — Suasana rapat pembentukan Satgas Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dipimpin Bupati Aceh Barat di Meulaboh. Foto: Dok. Istimewa

Meulaboh — Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, memimpin rapat perdana Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di ruang rapat Teuku Umar, Setdakab Aceh Barat pada Senin (2/3/2026). Pembentukan Satgas tersebut merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kemandirian fiskal di tengah kondisi keuangan daerah yang dinilai masih lemah.

Dalam arahannya, Tarmizi menegaskan bahwa optimalisasi PAD menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Ia menyebut, peningkatan pendapatan daerah merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh kepala daerah di Indonesia agar lebih fokus menggali potensi penerimaan daerah secara maksimal.

Baca Juga :  Comsrat ke-8 MAN 1 Aceh Barat Resmi Dibuka, Wabup Dorong Aktualisasi Potensi Pelajar

Menurut Tarmizi, kebijakan efisiensi anggaran yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, baik akibat dinamika nasional maupun global, menuntut pemerintah daerah untuk lebih kreatif dalam mencari sumber-sumber pendapatan baru.

Suasana rapat pembentukan Satgas Optimalisasi PAD yang dipimpin Bupati Aceh Barat bersama lintas OPD dan unsur TNI di Meulaboh, Senin (2/3/2026). Foto: Dok. Istimewa

“Daerah tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya pada dana transfer pusat. Kita harus kreatif memikirkan sumber PAD untuk membiayai kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kontribusi PAD Aceh Barat saat ini masih berada di angka sekitar 11 persen, sementara sisanya berasal dari dana transfer pemerintah pusat. Kondisi tersebut menunjukkan tingkat ketergantungan fiskal yang cukup tinggi.

Baca Juga :  Pemerintah Resmi Teken DIM RUU KUHAP, Siap Dibawa ke DPR

“Dengan kondisi fiskal yang lemah pada tahun lalu dan tahun ini, satu-satunya solusi adalah memperkuat PAD. Karena itu, kita membentuk Satgas yang melibatkan lintas sektor untuk merumuskan langkah konkret yang efektif tanpa membebani masyarakat,” tegasnya.

Tarmizi juga menyoroti adanya potensi kebocoran sumber PAD yang selama ini belum tertangani secara optimal. Ia menekankan bahwa dalam situasi fiskal yang terbatas, tidak boleh ada potensi pendapatan daerah yang terlewat atau tidak termanfaatkan dengan baik.

Sebagai bagian dari strategi peningkatan PAD, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat juga berencana mengaktifkan kembali peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menurutnya, BUMD harus dikelola secara profesional dan serius agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus penyumbang pendapatan daerah.

Baca Juga :  Diskominsa Aceh Barat Gelar Family Gathering Meriah di Pantai Kuala Bubon

“Nantinya seluruh potensi PAD, baik dari sektor laut, darat, pertambangan, maupun sektor lainnya, akan kita optimalkan melalui BUMD dan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG),” jelas Tarmizi.

Pembentukan Satgas Optimalisasi PAD ini diharapkan mampu menghasilkan formulasi kebijakan yang terukur, transparan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh Barat tanpa menciptakan beban baru bagi warga.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Laka Lantas di Aceh Capai 1.293 Kasus, Korban Didominasi Usia Produktif

Daerah

Tegas Perangi Narkoba, Begini Instruksi Kapolresta Banda Aceh ke Jajarannya

Aceh Barat

Aceh Barat Dipuji Progresif Lestarikan Cagar Budaya

Aceh Besar

Bupati Muharram Idris: Peran PWI Vital Ciptakan Citra Positif Aceh Besar

Aceh Barat

Perkuat Ketahanan Keluarga, DWP Aceh Barat Sosialisasikan Pola Asuh Anak Lewat Talkshow Edukatif

Aceh Barat

MTQ ke-37 Aceh Barat Ditutup, Kecamatan Meureubo Jadi Juara Umum

News

Marlina Muzakir Tanam Murbei, Dorong Kebangkitan Sutera Aceh

Daerah

Disdik Aceh terbitkan edaran jam malam untuk pelajar