Home / Pemerintah Aceh

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:08 WIB

Sekda Aceh Dorong Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi

mm Tiara Ayu Juneva

Sekda Aceh M. Nasir bersama Tim Leader Program SKALA membahas percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di ruang kerja Sekda Aceh, Rabu (21/1/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Sekda Aceh M. Nasir bersama Tim Leader Program SKALA membahas percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di ruang kerja Sekda Aceh, Rabu (21/1/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh — Pemerintah Provinsi Aceh terus memacu percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. Fokus utama saat ini diarahkan pada penyelesaian Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) agar proses pemulihan berjalan terukur dan berkelanjutan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengatakan bahwa meskipun sempat menghadapi keterbatasan anggaran, Pemerintah Aceh telah mengoptimalkan pos anggaran kategori mendesak guna memastikan R3P tetap berjalan.

Hal tersebut disampaikan M. Nasir dalam rapat koordinasi bersama Tim Leader Program Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) di ruang kerjanya, Rabu (21/1/2026).

“Target awal R3P selesai pada 20 Januari, namun kita sesuaikan kembali menjadi 30 Januari mendatang. Kami fokus pada aspek teknokratik agar pemulihan pascabencana dapat berjalan secara terukur dan tepat sasaran,” ujar M. Nasir.

Baca Juga :  Mualem ke Labuhan Haji, Silaturahmi dengan Abuya Amran dan Ziarah Makam Abuya Muda Waly 

Ia menjelaskan, Pemerintah Aceh telah memetakan kekuatan sosial dengan melibatkan 150 Civil Society Organization (CSO) serta 96 sektor privat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Keterlibatan tersebut diarahkan ke berbagai klaster pemulihan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.

Dalam kesempatan itu, M. Nasir juga berharap adanya dukungan dan fleksibilitas pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam perbaikan infrastruktur vital seperti sungai dan jembatan, mengingat keterbatasan ruang fiskal daerah.

Baca Juga :  Wagub Aceh Sambut Mendagri Tito di Bandara SIM

Sementara itu, Tim Leader SKALA, Petra Karetji, menjelaskan bahwa program SKALA dirancang bukan untuk menciptakan aktivitas baru, melainkan untuk mendukung penuh prioritas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Aceh.

“SKALA siap bekerja di belakang layar untuk mendukung strategi Pemerintah Aceh. Kami mengintegrasikan bantuan internasional dengan prioritas daerah agar penanganan pascabencana berjalan efektif,” ujar Petra.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap capaian Pemerintah Aceh dalam pengelolaan data, termasuk posisi Aceh yang kini menempati peringkat ke-8 nasional dalam pelayanan publik berdasarkan penilaian Kementerian PANRB.

Terkait pemulihan ekonomi pascabencana, Petra menyoroti potensi risiko sosial-ekonomi, seperti munculnya praktik tengkulak di tengah masyarakat. Meski pemulihan ekonomi tidak secara langsung menjadi mandat utama SKALA, pihaknya akan berkoordinasi dengan DFAT dan program SIAP SIAGA untuk melihat peluang dukungan lanjutan.

Baca Juga :  Wagub Aceh Dampingi Menko Polkam Tinjau Huntap Korban Banjir di Aceh Utara

Dalam aspek mitigasi dan analisis pascabencana, SKALA telah melakukan uji coba analisis di Aceh Tamiang dengan memanfaatkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai basis data. Selain itu, pemanfaatan platform Tilikan dan aplikasi SIGAP di tingkat gampong juga terus didorong sebagai sumber data lini depan.

Ke depan, terdapat pula potensi kolaborasi dengan sektor akademik, di mana sebanyak 210 mahasiswa STIS diharapkan dapat berkontribusi dalam pengumpulan data lapangan guna memperkuat akurasi intervensi pemerintah dalam proses pemulihan pascabencana.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

BAA Talks 2026 Resmi Dibuka M. Nasir, Hadirkan Tokoh Nasional dan Inspirasi Generasi Muda

Pemerintah Aceh

Sampaikan LKPJ 2025, Mualem Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem Dorong KKP Perbaiki Sedimentasi Muara Sungai Aceh: Dampak Banjir dan Kesulitan Nelayan Teratasi

Pemerintah Aceh

Resmi Ditetapkan 12 Februari 2026, APBA Aceh Langsung Direalisasikan untuk Dorong Ekonomi dan Pasar Murah

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Tinjau Mudik Gratis ke Sabang, 650 Penumpang Nikmati Program Pemerintah

Pemerintah Aceh

Remaja Aceh Unjuk Bakat di Malam Puncak Duta GenRe 2025

Pemerintah Aceh

40 Calon Anggota Badan Baitul Mal Aceh Lulus Ujian CAT, Tahap Wawancara Digelar 19-21 September

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Ajak Perusahaan Global Investasi Sawit Berkelanjutan, Aceh Bebas Deforestasi