Home / Ekbis

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:31 WIB

Banjir Bandang Terparah di Aceh Lumpuhkan Ekonomi, Ampon Man Desak Pemerintah Perbanyak Program Padat Karya

mm Redaksi

Teuku Kamaruzzaman (tengah) saat diskusi dengan awak media, Selasa (6/1/2026). Foto: Dok. Istimewa

Teuku Kamaruzzaman (tengah) saat diskusi dengan awak media, Selasa (6/1/2026). Foto: Dok. Istimewa

Aceh – Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh pada akhir November 2025 berdampak serius terhadap perekonomian masyarakat. Bencana terbesar dalam satu dekade terakhir ini tidak hanya merusak infrastruktur dan ribuan rumah warga, tetapi juga melumpuhkan sektor pertanian, perikanan, dan usaha mikro masyarakat.

Data Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh mencatat, sedikitnya 89.286 hektare sawah mengalami kerusakan berat. Selain itu, 14.725 hektare kebun warga dan 40.328 hektare tambak turut terdampak. Bencana tersebut juga menyebabkan 186.868 ekor hewan ternak mati di berbagai wilayah.

Kerusakan masif ini memperparah kondisi ekonomi masyarakat, khususnya petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil yang kehilangan sumber penghidupan dan modal produksi. Secara keseluruhan, sekitar 1,9 juta jiwa atau hampir 520.000 kepala keluarga terdampak dan terpaksa mengungsi akibat rumah dan lingkungan mereka rusak atau terendam banjir.

Baca Juga :  BSI Aceh Tebar 1.715 EDC, Dorong Transaksi Digital

Menanggapi kondisi tersebut, mantan Sekretaris BRR NAD–NIAS, Teuku Kamaruzzaman, mendesak pemerintah untuk memperbanyak program padat karya dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.

Menurut pria yang akrab disapa Ampon Man itu, program padat karya menjadi solusi strategis agar masyarakat korban bencana tetap memiliki pekerjaan dan penghasilan, sembari memperbaiki kerusakan akibat bencana.

“Masyarakat bisa bekerja sambil perlahan menata kembali usaha dan kehidupan yang hancur akibat banjir,” ujar Ampon Man saat berdiskusi dengan wartawan di Banda Aceh, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga :  Mulai 1 Agustus 2025, FUM BRI Prioritas Naik

Ia menilai, rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh tidak bisa dilakukan dengan pendekatan biasa mengingat skala kerusakan yang sangat besar serta karakter sosial masyarakat Aceh yang khas. Menurutnya, proses pemulihan harus dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi lintas kewenangan.

“Rekonstruksi tidak bisa bersifat parsial atau reguler. Banyak pekerjaan yang melibatkan kewenangan kabupaten, provinsi, hingga pemerintah pusat. Tidak cukup hanya dengan satu kebijakan seperti Inpres,” katanya.

Selain itu, Ampon Man juga mengingatkan agar proyek rehabilitasi dan rekonstruksi tidak sepenuhnya menggunakan sistem e-katalog, karena berpotensi menarik kontraktor dari luar Aceh. Ia mendorong pelibatan pengusaha dan tenaga kerja lokal agar perputaran ekonomi tetap terjadi di daerah.

Baca Juga :  BSI Genjot Layanan Digital untuk Tingkatkan Penetrasi Pasar Keuangan Syariah

“Kalau tenaga kerja dan pengusaha lokal dilibatkan, uangnya beredar di Aceh dan ekonomi masyarakat bisa lebih cepat pulih,” ujarnya.

Desakan tersebut muncul di tengah upaya pemerintah pusat yang tengah menyiapkan percepatan pemulihan sektor pertanian melalui bantuan benih, pupuk, alat pertanian, serta program cetak ulang sawah yang direncanakan mulai Januari 2026.

Pengamat menilai, penguatan program padat karya sangat penting untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana sekaligus mencegah munculnya kerentanan sosial baru di Aceh.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ekbis

Penajam Paser Utara Tawarkan Investasi Strategis Dekat Ibu Kota Nusantara

Ekbis

Bupati Aceh Utara Resmikan Pembangunan Mini Mall 72 Toko di Eks Terminal Panton Labu

Daerah

BGN Dorong SPPG Gunakan Bahan Pangan Lokal, Program MBG di Aceh Putar Rp17 Miliar per Hari

Ekbis

Illiza Sa’aduddin Djamal Dorong UMKM Parfum, Banda Aceh Siap Jadi Kota Parfum Indonesia

Ekbis

Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda, Mahasiswa Banda Aceh Ikuti LIKE IT 2026

Ekbis

Gubernur Sumut: Event Besar Dorong Ekonomi Daerah, Sumut Siap Jadi Destinasi Event Bergengsi

Ekbis

Bank Aceh Masuk Daftar World’s Best Banks 2026 Versi Forbes

Aceh Barat

Aceh Barat Targetkan 87 Koperasi Desa Merah Putih Rampung Agustus 2026